Selasa, 09 September 2008
http://www.come2play.com/shared/gadget/gadget_from_channel.asp?channel_id=1&game_id=6" width="400" height="400" frameborder="0" scrolling="no" allowtransparency="true" >
Senin, 08 September 2008
AMI, LO LESBIAN YAH??!!
Sulit menghapus pikiran tentang Ami. Dia lesbian atau bukan?
Aku tak kuat menahan beban pikiran ini sendirian, jadi, kuputuskan untuk memberitahu Retha dan Lia. Sesuai dugaanku, mereka terkejut dan shock. Mereka sempat menuduh aku mengada - ada. "Zy, Ret, gw mohon lo lo pada jangan sampai membuka rahasia Ami ini ke teman yang lain yah. Biar hal ini hanya kita ber3 saja yang tahu. Jangan sampai aib Ami tersebarluas. Nanti kita tanya tentang kebenarannya pada Ami." kata Lia.
Pulang sekolah..
aku, Retha, dan Lia mencegat Ami di gerbang sekolah. Ami pun bingung.
"Ada apa? Gw mau pulang kok malah dicegat?" tanyanya.
"Lo jawab jujur yah. Gw dan Lia, juga Retha gak akan berbasa-basi. To the point," kataku.
"Kenapa?"
"AMI, LO LESBIAN YAH??" Tanyaku dengan keras, pertanyaan itu segera membuat kami ber4 terdiam. Ekspresi wajah Ami berubah drastis, raut di dahi nya mulai mengerenyit. matanya membelalak seakan tak percaya dengan pertanyaanku.
"Mmm.. Hahhaha.. lo bercanda yah? Mana mungkin gw jadi lesbian? Gak normal donk? haha. Tenang kawan, gw normal kok. Masih cinta lelaki. hahaha." jawab Ami santai.
"Cinta lelaki? Bukannya selama ini lo selalu menghindar kalau ada lelaki yang berniat menjadikan lo pacar? Bukankah lo gak pernah bilang cinta dengan lelaki?" hardik Retha.
Ami terdiam sesaat. "Duh.. hahaha. Sudahlah, gw mau pulang. Bercandaan lo lo pada gak lucu." kata Ami.
"Gw sudah lihat semua isi HP lo.." sahut aku dengan ragu.
Ami yang sudah melangkahkan kaki nya melewati pintu gerbang, berhenti seketika. menoleh ke belakang. lalu..
"LANCANG BANGET SIH LO! ANJING! TAI BABI yah, lo!!!!" Ami marah sekali, tangannya melayang ingin menampar wajahku namun keburu di tahan oleh Lia dan Retha yang jadi panik.
"Atas dasar apa lo buka privasi orang? Kurang ajar! Lancang!!" teriak Ami histeris.
"Maaf.. Gw cuma penasaran sama isi HP lo." kataku.
"SIALAN! BRENGSEK LO!! MAU TAHU URUSAN ORANG AJA!!"
"Ami!! Bukankah lo pernah bilang bahwa kita semua harus terbuka satu sama lain dan gak boleh ada rahasia di antara kita?? Oleh sebab itu, ILU semakin kompak 'kan?" Retha membalas ucapan Ami.
"Gini, gw tanya, lo lesbian? Lo ada kelainan? cerita sama kita Ami.. !" kata Lia.
"CUKUP.. !! GW BENCI LO SEMUA!! huhuhuhu "
Ami berlari meninggalkan kami.
-to be continued-
Aku tak kuat menahan beban pikiran ini sendirian, jadi, kuputuskan untuk memberitahu Retha dan Lia. Sesuai dugaanku, mereka terkejut dan shock. Mereka sempat menuduh aku mengada - ada. "Zy, Ret, gw mohon lo lo pada jangan sampai membuka rahasia Ami ini ke teman yang lain yah. Biar hal ini hanya kita ber3 saja yang tahu. Jangan sampai aib Ami tersebarluas. Nanti kita tanya tentang kebenarannya pada Ami." kata Lia.
Pulang sekolah..
aku, Retha, dan Lia mencegat Ami di gerbang sekolah. Ami pun bingung.
"Ada apa? Gw mau pulang kok malah dicegat?" tanyanya.
"Lo jawab jujur yah. Gw dan Lia, juga Retha gak akan berbasa-basi. To the point," kataku.
"Kenapa?"
"AMI, LO LESBIAN YAH??" Tanyaku dengan keras, pertanyaan itu segera membuat kami ber4 terdiam. Ekspresi wajah Ami berubah drastis, raut di dahi nya mulai mengerenyit. matanya membelalak seakan tak percaya dengan pertanyaanku.
"Mmm.. Hahhaha.. lo bercanda yah? Mana mungkin gw jadi lesbian? Gak normal donk? haha. Tenang kawan, gw normal kok. Masih cinta lelaki. hahaha." jawab Ami santai.
"Cinta lelaki? Bukannya selama ini lo selalu menghindar kalau ada lelaki yang berniat menjadikan lo pacar? Bukankah lo gak pernah bilang cinta dengan lelaki?" hardik Retha.
Ami terdiam sesaat. "Duh.. hahaha. Sudahlah, gw mau pulang. Bercandaan lo lo pada gak lucu." kata Ami.
"Gw sudah lihat semua isi HP lo.." sahut aku dengan ragu.
Ami yang sudah melangkahkan kaki nya melewati pintu gerbang, berhenti seketika. menoleh ke belakang. lalu..
"LANCANG BANGET SIH LO! ANJING! TAI BABI yah, lo!!!!" Ami marah sekali, tangannya melayang ingin menampar wajahku namun keburu di tahan oleh Lia dan Retha yang jadi panik.
"Atas dasar apa lo buka privasi orang? Kurang ajar! Lancang!!" teriak Ami histeris.
"Maaf.. Gw cuma penasaran sama isi HP lo." kataku.
"SIALAN! BRENGSEK LO!! MAU TAHU URUSAN ORANG AJA!!"
"Ami!! Bukankah lo pernah bilang bahwa kita semua harus terbuka satu sama lain dan gak boleh ada rahasia di antara kita?? Oleh sebab itu, ILU semakin kompak 'kan?" Retha membalas ucapan Ami.
"Gini, gw tanya, lo lesbian? Lo ada kelainan? cerita sama kita Ami.. !" kata Lia.
"CUKUP.. !! GW BENCI LO SEMUA!! huhuhuhu "
Ami berlari meninggalkan kami.
-to be continued-
Ami seorang LESBI?!
Selama kelas 1 SMA ini, aku gak pernah diizinkan Ami untuk membuka inbox di HP nya.
Rasa penasaranku menumpuk dan menumpuk menjadi 1 gumpalan bola panas yang tak tertahan untuk meluncur.
Seperti biasa di pagi hari di kelas yang masih sepi karena masih banyak murid yang belum datang, aku duduk sendiri di mejaku. Sambil memainkan HP dan mengecek apakah ada message atau tidak. Saat itu aku masih berpacaran jarak jauh dengan Agung (lih.di posting love boy).
Ternyata tidak ada SMS yang masuk. Hmm.. Mungkin Agung masih terlelap kali yah?
aku jadi teringat dengan misteri HP Ami yang begitu dijaganya, tak ada orang yang boleh meminjam HP nya walaupun buat foto saja. Nomor yang dipakai Ami selalu gonta - ganti.
"Hai, Elzy." Ami yang baru datang ke kelas menyapaku.
"Hai." balasku.
"Gw mau ke WC dulu ya. Tas gw jangan sampai hilang atau diambil yah. Jagain pliss.." pintanya.
"Siip,"
Wah.. INi kesempatan bagus untuk mengintip HP Ami yang ia tinggal di kantong tas nya. Aku penasaran sekali dengan isinya. Apa yah kira - kira??
Sembunyi - sembunyi takut ada Ami, aku celingak - celinguk sambil merogoh kantong tas Ami mencari di mana HP nya. Ketemu!
Dengan agresif ku buka Lock Code HP nya.
Yang pertama ku buka adalah Image, ada beberapa folder di sana dengan nama Beautiful Girl, Hot Woman, Wild Girl, dan Miyabi. "Hah? kok aneh yah nama foldernya?" tanyaku kepada diri sendiri. Aku klik folder itu dan benar - benar terkejut melihat isinya.
Ya Tuhan .. ! Porno banget .. ! Isinya gambar - gambar cewe bugil!
Di Folder Beautiful Girl, banyak foto model cewe cantik dan manis yang sedang berpose sexy. Ada model Asia sampai model Amerika Latin, tapi semuanya cewek.
Di Folder Hot Woman, banyak gambar para model wanita (bintang porno) sedang bermasturbasi. Gak tahan melihat gambar macam itu, aku langsung klik folder lainnya.
Folder Wild Girl, Isinya gambar wanita yang memakai bikini sedang berenang, mencium lelaki, dan masih berpose sexy di tangga, di pasir, di kamar mandi, dll.
Folder Miyabi, aku tak membukanya karena sudah tahu apa isinya.
Tuhan.. Aku tak percaya dengan apa yang kulihat barusan. Lalu ku buka Image yang ke2.
Dengan cemas dan serasa mau pingsan, aku lihat banyak foto ku di HP nya dia. Padahal aku gak pernah memberikan foto - foto ini ke dia. Apa Ami mengambilanya diam - diam? atau dari Friendster? Aku tak tahu... Yang pasti, banyak foto - foto ku di folder khususnya Ami. Tahu artinya apa??
Aku melihat sekeliling apakah Ami sudah balik dari WC atau belum yang ternyata belum. Mungkin ia mampir ke kelas lain.
Ku lihat Inbox nya. Dari cewek semua????!!!!!
Dan nama cewek itu pun aku gak begitu kenal.
Ku lihat Sent Message nya. Oh My God! BANGUNKAN AKU DARI MIMPI BURUK!
From : Ami
To :Siska
Nama gw Ken dari Kanisius. Gw dapat nomor lo dari sepupu gw. Boleh kenalan gak? Btw, lo udah punya pacar belum?
From : Ami
To : Merriyl
Mer, aku sayang banget sama kamu. Walau kita hubungan jarak jauh, karena aku sekolah di Kanisius dan kamu sekolah di SMUK1, tapi hati kita gak akan terpisahkan. Aku setia kok sama kamu, aku janji suatu hari akan menemuimu. Tapi tunggu waktu yang tepat yah sayang?
From : Ami
To : Nella
Walau seribu paku menusuk jariku untuk menggapaimu,
Ku kan selalu berlari menghampirimu.
Walau cacian menghujatku,
Ku tak peduli.
Hanya kau di dunia ini yang aku pedulu dan akan ku jaga selamanya.
Good night, sweetheart.
Semua inbox dan sent message sudah kubaca habis.
Kesimpulannya, Ami selama ini menyamar sebagai seorang lelaki lalu memacari cewe - cewe dengan identitas palsunya. Makanya, ia sering gonta - ganti nomor. Tapi apakah mereka hubungan hanya melalui SMS dan chatting?
Bagaimana jika si perempuan ingin menelepon? Ami gak mungkin mengubah suaranya menjadi lelaki. Dan bagaimana jika ingin nge-date? Apa Ami membayar seorang lelaki untuk menyamar menjadi dirinya dengan identitas palsunya sebagai Ken??
Banyak pertanyaan muncul di benakku.
Namun, 1 yang pasti,
Ami adalah Lesbian.
Rasa penasaranku menumpuk dan menumpuk menjadi 1 gumpalan bola panas yang tak tertahan untuk meluncur.
Seperti biasa di pagi hari di kelas yang masih sepi karena masih banyak murid yang belum datang, aku duduk sendiri di mejaku. Sambil memainkan HP dan mengecek apakah ada message atau tidak. Saat itu aku masih berpacaran jarak jauh dengan Agung (lih.di posting love boy).
Ternyata tidak ada SMS yang masuk. Hmm.. Mungkin Agung masih terlelap kali yah?
aku jadi teringat dengan misteri HP Ami yang begitu dijaganya, tak ada orang yang boleh meminjam HP nya walaupun buat foto saja. Nomor yang dipakai Ami selalu gonta - ganti.
"Hai, Elzy." Ami yang baru datang ke kelas menyapaku.
"Hai." balasku.
"Gw mau ke WC dulu ya. Tas gw jangan sampai hilang atau diambil yah. Jagain pliss.." pintanya.
"Siip,"
Wah.. INi kesempatan bagus untuk mengintip HP Ami yang ia tinggal di kantong tas nya. Aku penasaran sekali dengan isinya. Apa yah kira - kira??
Sembunyi - sembunyi takut ada Ami, aku celingak - celinguk sambil merogoh kantong tas Ami mencari di mana HP nya. Ketemu!
Dengan agresif ku buka Lock Code HP nya.
Yang pertama ku buka adalah Image, ada beberapa folder di sana dengan nama Beautiful Girl, Hot Woman, Wild Girl, dan Miyabi. "Hah? kok aneh yah nama foldernya?" tanyaku kepada diri sendiri. Aku klik folder itu dan benar - benar terkejut melihat isinya.
Ya Tuhan .. ! Porno banget .. ! Isinya gambar - gambar cewe bugil!
Di Folder Beautiful Girl, banyak foto model cewe cantik dan manis yang sedang berpose sexy. Ada model Asia sampai model Amerika Latin, tapi semuanya cewek.
Di Folder Hot Woman, banyak gambar para model wanita (bintang porno) sedang bermasturbasi. Gak tahan melihat gambar macam itu, aku langsung klik folder lainnya.
Folder Wild Girl, Isinya gambar wanita yang memakai bikini sedang berenang, mencium lelaki, dan masih berpose sexy di tangga, di pasir, di kamar mandi, dll.
Folder Miyabi, aku tak membukanya karena sudah tahu apa isinya.
Tuhan.. Aku tak percaya dengan apa yang kulihat barusan. Lalu ku buka Image yang ke2.
Dengan cemas dan serasa mau pingsan, aku lihat banyak foto ku di HP nya dia. Padahal aku gak pernah memberikan foto - foto ini ke dia. Apa Ami mengambilanya diam - diam? atau dari Friendster? Aku tak tahu... Yang pasti, banyak foto - foto ku di folder khususnya Ami. Tahu artinya apa??
Aku melihat sekeliling apakah Ami sudah balik dari WC atau belum yang ternyata belum. Mungkin ia mampir ke kelas lain.
Ku lihat Inbox nya. Dari cewek semua????!!!!!
Dan nama cewek itu pun aku gak begitu kenal.
Ku lihat Sent Message nya. Oh My God! BANGUNKAN AKU DARI MIMPI BURUK!
From : Ami
To :Siska
Nama gw Ken dari Kanisius. Gw dapat nomor lo dari sepupu gw. Boleh kenalan gak? Btw, lo udah punya pacar belum?
From : Ami
To : Merriyl
Mer, aku sayang banget sama kamu. Walau kita hubungan jarak jauh, karena aku sekolah di Kanisius dan kamu sekolah di SMUK1, tapi hati kita gak akan terpisahkan. Aku setia kok sama kamu, aku janji suatu hari akan menemuimu. Tapi tunggu waktu yang tepat yah sayang?
From : Ami
To : Nella
Walau seribu paku menusuk jariku untuk menggapaimu,
Ku kan selalu berlari menghampirimu.
Walau cacian menghujatku,
Ku tak peduli.
Hanya kau di dunia ini yang aku pedulu dan akan ku jaga selamanya.
Good night, sweetheart.
Semua inbox dan sent message sudah kubaca habis.
Kesimpulannya, Ami selama ini menyamar sebagai seorang lelaki lalu memacari cewe - cewe dengan identitas palsunya. Makanya, ia sering gonta - ganti nomor. Tapi apakah mereka hubungan hanya melalui SMS dan chatting?
Bagaimana jika si perempuan ingin menelepon? Ami gak mungkin mengubah suaranya menjadi lelaki. Dan bagaimana jika ingin nge-date? Apa Ami membayar seorang lelaki untuk menyamar menjadi dirinya dengan identitas palsunya sebagai Ken??
Banyak pertanyaan muncul di benakku.
Namun, 1 yang pasti,
Ami adalah Lesbian.
Perbaikan Hubungan antara ILU dan SECA
Hampir seminggu aku bersekolah dipenuhi dengan ketegangan. Bukan ketegangan karena guru atau ulangan. Tapi karena perang dingin di antara SECA dan ILU.
Ketika kuberbicara dengan Ami, Agnes selalu mengajakku pergi untuk meninggalkan Ami, begitu juga sebaliknya. Mereka bagaikan air dan api.
Entah ada angin apa, tiba - tiba Agnes, Clara, dan Susan chatting denganku malam - malam:
Elzy : Hai, lagi pada sibuk apa nih?
Agnes : Sibuk berpikir akan suatu hal yang amaaat penting
Clara : Penting bagi??
Agnes : SECA dan ILU. dan lo juga Elzy..
Susan : Kok pikiran kita sama yah?
Agnes : wah... kita memang punya telepati dari dulu. slalu 1 pikiran. hahahahaha. jayus deh.
Elzy : Kenapa tiba - tiba mikiri itu? Apa yang lo pikirkan tentang itu?
Susan : Ng.. By The Way, Clara! Lo juga mikirin itu 'kan? Hoy! Clara! Daritadi diam aja,
Clara : Ooii! Gw lagi main gamen nihh..
Agnes : Kita lagi bicara serius 'masa lo ngomongin game? Cuek amat lo.
Clara : Iyah.. Sori,, nih udah gw matiin game.nya. Tapi jujur gw gak tertarik dengan topik lo.
Agnes : Why?
Clara : Gw gak peduli urusan itu sejauh itu gak merugikan gw. Biarin aja mereka yang urusin masalah mereka sendiri, biarin saja mereka menderita, hahhaha.
Elzy : Wah.. kalo gitu namanya lo cuma mementingkan diri lo sendiri.
Clara : Emank. sama kayak lo yang egois. Kita mirip yah.. hahaha.
Susan : Back to the topic, guys!
Agnes : Oh yah! Gw sebenarnya gak enak hati sama ILU. Karena setelah gw pikir - pikir, memang tindakan kita itu seperti merebut Elzy dari ILU. Jelaslah ILU tersinggung dan marah sama SECA.
Susan : Gw juga udah capek perang dingin sama ILU terus, yang anggotanya ada 10 orang itu. Padahal mereka juga lumayan asik kok anaknya. Setelah gw berfikir dari posisi ILU, jelas, gw akan kecewa dengan perginya Elzy dari ILU. Pokoknya, gw pengen baikkan sama ILU!
Elzy : Gw juga merasa sebagai pengkhianat sumber hidup gw sendiri. huhuhu.
Agnes : Besok kita harus minta maaf sama ILU sekaligus minta izin memasukkan Elzy ke gank SECA. Deal?
Elzy : Deal!
Susan : Ok!
Agnes : Clara! deal or no deal??
Clara : Yah gw ikut - ikut aja deh. Nasib mereka 'kan gak ada hubungannya sama hidup gw. hahaha.
Esoknya..
Agnes meminta maaf atas sikap mereka selama ini terhadap ILU dan telah memasukkan aku ke gank SECA. Susan juga membantu Agnes berkata - kata. Sedangkan Clara tidak peduli dan hanya bermain dengan cowo - cowo di kelas.
Jawabannya sangat memuaskan.
"Gw dan ILU juga minta maaf yah sudah membentak kalian dan menjauhi kalian. ILU menyesal sudah menghalangi kebebasan Elzy untuk berkawan, itu semua hanya karena kami cemburu dan takut kehilangan sahabat kami yang berharga ini, Elzy. Tapi sekarang kami sadar kami gak berhak buat mengekang Elzy, jadi, kami gak akan protes lagi dengan hadirnya SECA yang menyertakan Elzy di dalamnya. ILU dan SECA harus berkawan yah. hehehe." perkataan Ami tadi menghembuskan angin sejuk di telingaku, bahagia rasanya mengetahui ILU dan SECA yang sudah berdamai.
ILU berusaha mengakrabkan diri dengan SECA, khususnya Ami, Retha, dan Lia yang jadi sering hang out bareng SECA.
Ketika kuberbicara dengan Ami, Agnes selalu mengajakku pergi untuk meninggalkan Ami, begitu juga sebaliknya. Mereka bagaikan air dan api.
Entah ada angin apa, tiba - tiba Agnes, Clara, dan Susan chatting denganku malam - malam:
Elzy : Hai, lagi pada sibuk apa nih?
Agnes : Sibuk berpikir akan suatu hal yang amaaat penting
Clara : Penting bagi??
Agnes : SECA dan ILU. dan lo juga Elzy..
Susan : Kok pikiran kita sama yah?
Agnes : wah... kita memang punya telepati dari dulu. slalu 1 pikiran. hahahahaha. jayus deh.
Elzy : Kenapa tiba - tiba mikiri itu? Apa yang lo pikirkan tentang itu?
Susan : Ng.. By The Way, Clara! Lo juga mikirin itu 'kan? Hoy! Clara! Daritadi diam aja,
Clara : Ooii! Gw lagi main gamen nihh..
Agnes : Kita lagi bicara serius 'masa lo ngomongin game? Cuek amat lo.
Clara : Iyah.. Sori,, nih udah gw matiin game.nya. Tapi jujur gw gak tertarik dengan topik lo.
Agnes : Why?
Clara : Gw gak peduli urusan itu sejauh itu gak merugikan gw. Biarin aja mereka yang urusin masalah mereka sendiri, biarin saja mereka menderita, hahhaha.
Elzy : Wah.. kalo gitu namanya lo cuma mementingkan diri lo sendiri.
Clara : Emank. sama kayak lo yang egois. Kita mirip yah.. hahaha.
Susan : Back to the topic, guys!
Agnes : Oh yah! Gw sebenarnya gak enak hati sama ILU. Karena setelah gw pikir - pikir, memang tindakan kita itu seperti merebut Elzy dari ILU. Jelaslah ILU tersinggung dan marah sama SECA.
Susan : Gw juga udah capek perang dingin sama ILU terus, yang anggotanya ada 10 orang itu. Padahal mereka juga lumayan asik kok anaknya. Setelah gw berfikir dari posisi ILU, jelas, gw akan kecewa dengan perginya Elzy dari ILU. Pokoknya, gw pengen baikkan sama ILU!
Elzy : Gw juga merasa sebagai pengkhianat sumber hidup gw sendiri. huhuhu.
Agnes : Besok kita harus minta maaf sama ILU sekaligus minta izin memasukkan Elzy ke gank SECA. Deal?
Elzy : Deal!
Susan : Ok!
Agnes : Clara! deal or no deal??
Clara : Yah gw ikut - ikut aja deh. Nasib mereka 'kan gak ada hubungannya sama hidup gw. hahaha.
Esoknya..
Agnes meminta maaf atas sikap mereka selama ini terhadap ILU dan telah memasukkan aku ke gank SECA. Susan juga membantu Agnes berkata - kata. Sedangkan Clara tidak peduli dan hanya bermain dengan cowo - cowo di kelas.
Jawabannya sangat memuaskan.
"Gw dan ILU juga minta maaf yah sudah membentak kalian dan menjauhi kalian. ILU menyesal sudah menghalangi kebebasan Elzy untuk berkawan, itu semua hanya karena kami cemburu dan takut kehilangan sahabat kami yang berharga ini, Elzy. Tapi sekarang kami sadar kami gak berhak buat mengekang Elzy, jadi, kami gak akan protes lagi dengan hadirnya SECA yang menyertakan Elzy di dalamnya. ILU dan SECA harus berkawan yah. hehehe." perkataan Ami tadi menghembuskan angin sejuk di telingaku, bahagia rasanya mengetahui ILU dan SECA yang sudah berdamai.
ILU berusaha mengakrabkan diri dengan SECA, khususnya Ami, Retha, dan Lia yang jadi sering hang out bareng SECA.
Reaksi ILU atas pembentukan SECA
"Gokil lo, Nes!" sahut Clara dengan suara nyaring hingga aku bisa mendengarnya.
Agnes Clara dan Susan sedang berkumpul berbincang - bincang yang pastinya seru sekali, kalau tidak, mereka tidak akan tertawa terbahak - bahak.
Aku penasaran dengan topik seru mereka. ku datangi mereka.
"Zy, tahu ga?" tanya Clara.
"Gak. Gak tahu. hahaha." jawabku.
"Makanya mau gw kasih tahu gak?" tanya Agnes menggebu - gebu.
"Kenapa?"
"Kemarin malam gw sudah bikin Friendster SECA, Blog SECA, dan gw udah add semua Friendster anak kelas ini. Jadi, mereka sudah tahu pembentukkan gank SECA, jadi populer deh tuh gank! hahahahahahahahahahaha.... " Agnes menjelaskan.
"Serius lo?" kagetnya aku.
Saat istirahat...
Ami menghampiriku dengan wajah merah marah.
"Zy! Jadi lo udah punya gank selain ILU? Dasar pengkhianat!"
"'Kan udah gw bilang, Elzy mau lebih populer lagi dan punya banyak gank jadi dia hanya menomorduakan ILU. Dasar egois! Serakah!" Retha menghardikku tiba-tiba.
"Hahaha. Lagian Elzy memang suka menjadikan teman lamanya sebagai cadangan kok." kata Glen.
ILU mendadak menyudutkanku sehingga aku tak mampu berkata apa - apa untuk membalas ucapan mereka. Aku mengerti perasaan mereka yang menganggap aku menduakan mereka, tapi aku juga gak mau kebebasanku dirampas begitu saja oleh mereka dengan mengatasnamakan 'gank'. Aku ingin memperluas pergaulanku. Itu saja..
Beruntung Agnes dkk menghampiriku,
"Tadi gw dengar lo membentak Elzy? Ada apa?" tanya Agnes.
"Lho? Kita emank ada urusan sama Elzy, jadi gw minta lo jangan 'kepo' ikut campur urusan orang lain." balas Ami.
"Urusan Elzy adalah urusan kami juga." kata Susan.
"Benar! Elzy, gw, Agnes, dan Susan adalah 1 gank SECA!" Tambah Clara.
"Lo seperti merebut anggota ILU, tahu?! Elzy juga gak setia banget deh sama ILU! Masa sudah punya ILU tapi masih mengharapkan gank lain?" Retha marah.
"Eh! Hak Elzy donk mau punya gank berapa!! Kalian gak berhak melarang Elzy buat punya gank lain! Masih untung Elzy gak meninggalkan gank ILU!" Teriak Agnes kepada ILU.
"Udahhh!!!! Udah donk! Gw pusing dengerin ribut - ribut kayak gini. Kesal gw... Hal sepele saja masih diributin! Kita semua berteman seperti biasa saja dan jangan menganggap gank seserius itu. Anggap aja cuma buat have fun dan isenk, jangan dijadikan bahan bertengkar!" Akhirnya aku angkat bicara juga.
Hari berikutnya, Sebagian besar anggota ILU masih bersikap dingin terhadapku namun aku mencoba tak peduli.
Agnes Clara dan Susan sedang berkumpul berbincang - bincang yang pastinya seru sekali, kalau tidak, mereka tidak akan tertawa terbahak - bahak.
Aku penasaran dengan topik seru mereka. ku datangi mereka.
"Zy, tahu ga?" tanya Clara.
"Gak. Gak tahu. hahaha." jawabku.
"Makanya mau gw kasih tahu gak?" tanya Agnes menggebu - gebu.
"Kenapa?"
"Kemarin malam gw sudah bikin Friendster SECA, Blog SECA, dan gw udah add semua Friendster anak kelas ini. Jadi, mereka sudah tahu pembentukkan gank SECA, jadi populer deh tuh gank! hahahahahahahahahahaha.... " Agnes menjelaskan.
"Serius lo?" kagetnya aku.
Saat istirahat...
Ami menghampiriku dengan wajah merah marah.
"Zy! Jadi lo udah punya gank selain ILU? Dasar pengkhianat!"
"'Kan udah gw bilang, Elzy mau lebih populer lagi dan punya banyak gank jadi dia hanya menomorduakan ILU. Dasar egois! Serakah!" Retha menghardikku tiba-tiba.
"Hahaha. Lagian Elzy memang suka menjadikan teman lamanya sebagai cadangan kok." kata Glen.
ILU mendadak menyudutkanku sehingga aku tak mampu berkata apa - apa untuk membalas ucapan mereka. Aku mengerti perasaan mereka yang menganggap aku menduakan mereka, tapi aku juga gak mau kebebasanku dirampas begitu saja oleh mereka dengan mengatasnamakan 'gank'. Aku ingin memperluas pergaulanku. Itu saja..
Beruntung Agnes dkk menghampiriku,
"Tadi gw dengar lo membentak Elzy? Ada apa?" tanya Agnes.
"Lho? Kita emank ada urusan sama Elzy, jadi gw minta lo jangan 'kepo' ikut campur urusan orang lain." balas Ami.
"Urusan Elzy adalah urusan kami juga." kata Susan.
"Benar! Elzy, gw, Agnes, dan Susan adalah 1 gank SECA!" Tambah Clara.
"Lo seperti merebut anggota ILU, tahu?! Elzy juga gak setia banget deh sama ILU! Masa sudah punya ILU tapi masih mengharapkan gank lain?" Retha marah.
"Eh! Hak Elzy donk mau punya gank berapa!! Kalian gak berhak melarang Elzy buat punya gank lain! Masih untung Elzy gak meninggalkan gank ILU!" Teriak Agnes kepada ILU.
"Udahhh!!!! Udah donk! Gw pusing dengerin ribut - ribut kayak gini. Kesal gw... Hal sepele saja masih diributin! Kita semua berteman seperti biasa saja dan jangan menganggap gank seserius itu. Anggap aja cuma buat have fun dan isenk, jangan dijadikan bahan bertengkar!" Akhirnya aku angkat bicara juga.
Hari berikutnya, Sebagian besar anggota ILU masih bersikap dingin terhadapku namun aku mencoba tak peduli.
Terbentuk SECA (Susan, Elzy, Clara, Agnes)
dari hari ke hari aku makin akrab dengan Agnes dkk. dari hari ke hari juga, beberapa anggota ILU semakin menjauhiku. dan dari hari ke hari juga sebagian besar anggota ILU mengindari Agnes dkk.
Buat apa memikirkan hal yang membuatku stres? Ini hanya buang waktu saja. Lebih baik aku fokus dengan pelajaran sekolah. pikirku....
Di satu sisi aku senang punya banyak teman, di sisi lain aku senang direbutkan oleh mereka, tapi di sisi lain aku cemas akan ketidakkompakan mereka. Kadang sedih melihat tatapan sinis.
Suatu hari, Agnes punya ide gila.
"Zy, kita bikin gank yuq!" kata Agnes.
"Apa? buat apa? hmm.."
"Udah, gak usah banyak mikir lo! Dijamin seru deh kalo bikin gank bareng gw, Clara dan Susan. hahaha. Ntar kita menamakan gank baru ini, SECA."
"SECA? Artinya?" tanyaku.
"Singkatan dari Susan Elzy Clara Agnes. singkatan dari nama kita ber4. hehe. gimana menurut lo? cemerlang 'kan ide gw?"tanya Agnes antusias.
aku tak kuasa menolak tawaran keren itu. Pikirku, keren 'kan punya 2 gank? egoisnya aku..
aku juga gak mau menyinggung Agnes dengan menolak tawarannya. Aku takut kalau ia meninggalkanku, jadi..
"Ok... Gw setuju. Gimana Clara dan Susan? Dia sudah tahu?"
"Sudah. Justru mereka yang menyuruh gw kasih tahu ide ini ke lo. hahaha. Deal yah?"
"Ok. Deal! ahhaha"
Akhirnya terbentuklah SECA. My second gank.
Bagaimana reaksi ILU akan hal ini?
-to be continued-
Buat apa memikirkan hal yang membuatku stres? Ini hanya buang waktu saja. Lebih baik aku fokus dengan pelajaran sekolah. pikirku....
Di satu sisi aku senang punya banyak teman, di sisi lain aku senang direbutkan oleh mereka, tapi di sisi lain aku cemas akan ketidakkompakan mereka. Kadang sedih melihat tatapan sinis.
Suatu hari, Agnes punya ide gila.
"Zy, kita bikin gank yuq!" kata Agnes.
"Apa? buat apa? hmm.."
"Udah, gak usah banyak mikir lo! Dijamin seru deh kalo bikin gank bareng gw, Clara dan Susan. hahaha. Ntar kita menamakan gank baru ini, SECA."
"SECA? Artinya?" tanyaku.
"Singkatan dari Susan Elzy Clara Agnes. singkatan dari nama kita ber4. hehe. gimana menurut lo? cemerlang 'kan ide gw?"tanya Agnes antusias.
aku tak kuasa menolak tawaran keren itu. Pikirku, keren 'kan punya 2 gank? egoisnya aku..
aku juga gak mau menyinggung Agnes dengan menolak tawarannya. Aku takut kalau ia meninggalkanku, jadi..
"Ok... Gw setuju. Gimana Clara dan Susan? Dia sudah tahu?"
"Sudah. Justru mereka yang menyuruh gw kasih tahu ide ini ke lo. hahaha. Deal yah?"
"Ok. Deal! ahhaha"
Akhirnya terbentuklah SECA. My second gank.
Bagaimana reaksi ILU akan hal ini?
-to be continued-
Anggota ILU yang tidak suka dengan Agnes dkk
Ternyata tak seperti bayanganku.. Kupikir semua akan baik - baik saja dan masalah akan terselesaikan.
Silla mulai menjauhkan diri dari Clara. Tiap Clara mengajaknya ngobrol, Silla selalu menghindar. Lalu ku tanya, "Sill, lo kenapa seperti menghindari Clara?"
jawabnya, "Omongan gw dan dia 'tuh gak nyambung, gw ngomong A, dia ngomong Z, jauh banget 'kan gak nyambungnya??!! Lagian dia cerewet banget, centil lagi... Gw gak cocok bergaul sama anak centil begitu," aku hanya diam. Aku sadar opini Silla adalah hak nya dan aku gak pantas mencampuri pemikirannya.
Miranda anak yang rajin dan pintar, gak heran ia menjadi tumpuan teman - temannya dalam belajar. Suatu hari, aku telepon Miranda bermaksud membahas rumus MAT.
"Halo, bisa bicara dengan Miranda? Ini Elzy," kataku di telepon.
"Iyah, ini gw, kenapa?" jawab Miranda dengan nada malas.
"Lo lagi sibuk? kok lesu banget jawabnya?"
"Gak kok.. Lo juga kalo ngomong sama gw, beda caranya ketika lo ngomong sama Agnes dkk, kayaknya lo lebih berapi - api ngobrol sama mereka daripada sama gw." katanya.
"hah? kok tiba - tiba ngomong gitu? bagi gw semua sama aja kok." aku berusaha meredam kemarahan Miranda yang mendadak.
"Jangan bohong. Lo 'tuh ngomong sama gw sewaktu lo lagi kesulitan kerjain PR aja. Lo gak pernah cerita lucu sama gw, pasti sama Agnes dkk. Emang lebih berharga mereka sih yah."
"Mir.. gw.. gw.. gak maksud kayak gitu, sorry, gw nanya lain kali aja deh rumus MAT nya, bye"
Sewaktu membagi anak buat kerja kelompok, aku kebetulan dapat partner Agnes, Clara, Susan, dan Ami, karena mereka duluan yang mengajak. Tiba - tiba Magdalena menghampiriku dan bertanya apakah aku sudah punya kelompok atau belum. Aku jawab sudah sama Agnes dkk + Ami. "Tuh kan.. Kita jarang banget 1 kelompok, lo biasanya cuma mau dekat sama Ami, Retha, dan sekarang Agnes dkk. Egois,," gerutu Magdalena. aku bingung dan hanya memandang punggung Magdalena yang beranjak pergi.
Setelah kuamati, Christopher & Yohanes & Glen juga jadi jarang ngobrol sama Agnes dkk. Ku tanya apa penyebabnya, mereka hanya menjawab bahwa mereka merasa gak lucu di hadapan Agnes dkk. Dan selera humor mereka semua bertentangan.
Untungnya, Ami, Retha, dan Lia masih sering ngobrol dengan Agnes dkk. Dengan begitu, masih ada penghubung di anatara kami.
"Nes, Sus, Clar, lo kenapa gak deket sama sebagian anggota ILU?" tanyaku.
"Mereka kadang suka gak nyambung kalo diajak ngobrol, yang cowo - cowo juga gak lucu, jayus! Yang cewe sering gak bisa membalas candaan kita, tampangnya juga agak ngeBTin. " kata Clara.
"Oohh.. karakter kalian berbeda kali yah? hmm.. yasudahlah.."
Sifat orang beda - beda yah, bervariasi, namun kita harus menghargai semua sifat orang yang baik dan unik karena mereka punya kelebihan tersendiri.
Silla mulai menjauhkan diri dari Clara. Tiap Clara mengajaknya ngobrol, Silla selalu menghindar. Lalu ku tanya, "Sill, lo kenapa seperti menghindari Clara?"
jawabnya, "Omongan gw dan dia 'tuh gak nyambung, gw ngomong A, dia ngomong Z, jauh banget 'kan gak nyambungnya??!! Lagian dia cerewet banget, centil lagi... Gw gak cocok bergaul sama anak centil begitu," aku hanya diam. Aku sadar opini Silla adalah hak nya dan aku gak pantas mencampuri pemikirannya.
Miranda anak yang rajin dan pintar, gak heran ia menjadi tumpuan teman - temannya dalam belajar. Suatu hari, aku telepon Miranda bermaksud membahas rumus MAT.
"Halo, bisa bicara dengan Miranda? Ini Elzy," kataku di telepon.
"Iyah, ini gw, kenapa?" jawab Miranda dengan nada malas.
"Lo lagi sibuk? kok lesu banget jawabnya?"
"Gak kok.. Lo juga kalo ngomong sama gw, beda caranya ketika lo ngomong sama Agnes dkk, kayaknya lo lebih berapi - api ngobrol sama mereka daripada sama gw." katanya.
"hah? kok tiba - tiba ngomong gitu? bagi gw semua sama aja kok." aku berusaha meredam kemarahan Miranda yang mendadak.
"Jangan bohong. Lo 'tuh ngomong sama gw sewaktu lo lagi kesulitan kerjain PR aja. Lo gak pernah cerita lucu sama gw, pasti sama Agnes dkk. Emang lebih berharga mereka sih yah."
"Mir.. gw.. gw.. gak maksud kayak gitu, sorry, gw nanya lain kali aja deh rumus MAT nya, bye"
Sewaktu membagi anak buat kerja kelompok, aku kebetulan dapat partner Agnes, Clara, Susan, dan Ami, karena mereka duluan yang mengajak. Tiba - tiba Magdalena menghampiriku dan bertanya apakah aku sudah punya kelompok atau belum. Aku jawab sudah sama Agnes dkk + Ami. "Tuh kan.. Kita jarang banget 1 kelompok, lo biasanya cuma mau dekat sama Ami, Retha, dan sekarang Agnes dkk. Egois,," gerutu Magdalena. aku bingung dan hanya memandang punggung Magdalena yang beranjak pergi.
Setelah kuamati, Christopher & Yohanes & Glen juga jadi jarang ngobrol sama Agnes dkk. Ku tanya apa penyebabnya, mereka hanya menjawab bahwa mereka merasa gak lucu di hadapan Agnes dkk. Dan selera humor mereka semua bertentangan.
Untungnya, Ami, Retha, dan Lia masih sering ngobrol dengan Agnes dkk. Dengan begitu, masih ada penghubung di anatara kami.
"Nes, Sus, Clar, lo kenapa gak deket sama sebagian anggota ILU?" tanyaku.
"Mereka kadang suka gak nyambung kalo diajak ngobrol, yang cowo - cowo juga gak lucu, jayus! Yang cewe sering gak bisa membalas candaan kita, tampangnya juga agak ngeBTin. " kata Clara.
"Oohh.. karakter kalian berbeda kali yah? hmm.. yasudahlah.."
Sifat orang beda - beda yah, bervariasi, namun kita harus menghargai semua sifat orang yang baik dan unik karena mereka punya kelebihan tersendiri.
Langgan:
Entri (Atom)